Creative - Komunitas SMK Negeri 8 Malang Untuk Indonesia
Ayo Register dulu untuk melihat lebih dalam lagi di Komunitas kami!!!
Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
» CHEAT PEMBACA KARTU LAWAN EDISI TERBARU 2011-2012
Mon Dec 26, 2011 12:33 am by azoyy240

» Cheat Seal Online 2011
Tue Sep 20, 2011 8:45 pm by roxas007

» Software untuk hack semua game
Tue Aug 30, 2011 8:44 pm by Admin

» sealindo database
Mon Aug 22, 2011 4:30 am by shareil

» Cheat Seal Online Indonesia Februari 2011
Sun Jul 31, 2011 1:45 am by Zoan

» Sadari tingkat kecerdasanmu
Tue Jul 26, 2011 3:25 pm by alga

» Trik mempercepat waktu shutdown
Tue Jul 26, 2011 3:23 pm by alga

» Trik ampuh melawan virus
Tue Jul 26, 2011 3:21 pm by alga

» cara mempercepat booting
Tue Jul 26, 2011 3:18 pm by alga

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Aaz [ C ] reativE on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of Creative - Komunitas SMK Negeri 8 Malang Untuk Indonesia on your social bookmarking website

Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian

Relief Misterius di Kaki Borobudur (8 Mei 2011)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Relief Misterius di Kaki Borobudur (8 Mei 2011)

Post  DieraxZ on Sun May 08, 2011 2:19 pm

[You must be registered and logged in to see this image.]

Siapa tak terpesona menatap keindahan Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah?

Dibangun pada masa Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra pada tahun 824, Borobudur terdiri dari 1460 panel relief dan 504 stupa. Namun, panel yang selama ini terlihat ternyata belum lengkap. Ada panel-panel yang sengaja ditimbun tanah karena reliefnya dianggap vulgar dan cabul. Panel-panel itu terletak di bagian paling bawah, yang disebut Kamadhatu.

Bagian fondasi tersembunyi itu terdiri dari 160 relief adegan Sutra Karmawibhangga atau hukum sebab-akibat. Panel-panel itu menggambarkan perbuatan yang mengikuti hawa nafsu manusia, semisal: bergosip, membunuh, menyiksa dan memerkosa. Juga ada adegan-adegan seks dalam berbagai posisi.

Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Indonesia, Edi Sedyawati mengemukakan, relief Karmawibhangga itu menggambarkan kehidupan masyarakat saat candi itu dibangun.

Ada sejumlah pendapat mengapa relief ini ditimbun. Bisa jadi karena kurang pantas dipertontonkan ke publik, tapi ada pula yang menduga penutupan ini semata-mata demi kestabilan posisi candi — agar tidak amblas.

Terlepas dari perdebatan itu, keseluruhan relief di Borobudur mencerminkan ajaran Budha Mahayana: semakin ke atas semakin mencapai kesempurnaan. Bagian paling bawah atau Kamadhatu menggambarkan perilaku penuh angkara murka dan hawa nafsu yang menyebabkan seseorang masuk neraka jahanam.

Bagian tengah (terdiri dari empat tingkat) dinamakan Rapadhatu, tempat manusia dibebaskan dari nafsu dan hal-hal duniawi. Sedangkan bagian teratas — termasuk tiga teras melingkar yang mengarah ke pusat kubah—disebut Arupadhatu, tempat para dewa bersemayam atau nirwana.

Keberadaan Borobudur sesungguhnya telah diketahui penduduk lokal di abad ke-18. Sempat tertimbun material Gunung Merapi, candi ini lalu ditemukan kembali oleh Sir Stanford Raffles pada 1814. Selanjutnya, pada 1885, arkeolog JW Yzerman mendokumentasi dan merekam reliefnya. Saat itulah, timnya menemukan relief tersembunyi di bagian paling bawah.

Sekitar tahun 1890-1891, bagian yang tertutup itu dibuka seluruhnya oleh fotografer Kasiyan Chepas untuk dipotret satu per satu. Batu bervolume 13000 meter kubik ini diangkat, lalu dikembalikan lagi ke posisi semula. Hingga hari ini, bagian itu ditimbun tanah sehingga tak seorangpun bisa melihat. Ada tiga panel di bagian tenggara candi yang terbuka--diduga karena proses penutupan kembali yang tak sempurna.

Hasil bidikan Chepas kemudian dibukukan pada 1931. Buku aslinya kini ada di Museum Nasional, Jakarta. Sedangkan klise asli disimpan di Museum Tropen, Amsterdam karena statusnya milik Pemerintah Belanda. Pemerintah Indonesia memiliki replika seluruh foto itu.
avatar
DieraxZ
Admin
Admin

Jumlah posting : 97
Join date : 21.03.11
Age : 22
Lokasi : Malang

Lihat profil user http://putradhio.blospot.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik